Nama : Ghina Mayliana
Fakultas : Rekayasa Industri
Mata Kuliah : Ekologi Industri
Dosen Pembimbing : Abdul Malik Firdaus, S.Kel.,M.I.L
Saya Ghina Mayliana dari jurusan Teknik
Industri di Telkom University ingin berbagi info nih. Info yang saya ingin
berikan terkait eco-design. Tetapi
sebelumnya kita akan bahas apa sih eco-design
itu? Eco-design adalah pendekatan desain produk suatu benda dengan memperhatikan dampak
menyeluruh terhadap lingkungan selama daur hidup benda tersebut, sehingga penggunaanya
bisa berkelanjutan atau pengertian singkatnya eco-desgin adalah desain
berkelanjutan. Dari pengertiannya saja, telah jelas bahwa eco-design digunakan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan
lingkungan. Di luar negri telah banyak perusahaan atau pabrik yang menerapkan
eco-design pada produknya. Sedangkan di Indonesia begitu minim. Contohnya saja
pembuatan sampo atau sabun mandi yang masih banyak dijual secara sachet. Padahal semakin banyak jumlah sachet yang diproduksi lalu dipasarkan,
maka akan semakin banyak sampah yang ditimbulkan. Begitu juga sampah plastik
lainnya yang tidak didesain ramah lingkungan atau yang tidak dapat digunakan
secara terus-menerus dan atau tidak dapat didaur ulang. Akibatnya, sampah yang
ditimbulkan akan semakin banyak. Nah, kira-kira Sampah yang banyak ditimbulkan
tersebut lalu diapain sih?? Pasti banyak yang jawab sampah plastik tersebut
didaur ulang. Tetapi menurut saya, nyatanya tiap orang menggunakan plastik
setiap harinya, dan kalaupun ada yang sehari sama sekali tidak menggunakan plastik
pasti jumlahnya sangat minim. Sedangkan tidak semua orang melakukan daur ulang.
Jadi, sudah dapat dipastikan di Indonesia ini terdapat begitu banyak sampah plastik.
Secara teori, plastik memiliki sifat sulit
terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan
waktu 1000 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan
sempurna di dalam
tanah. Pelastik sulit terurai. Hal ini terjadi karena
hampir tidak ada bakteri yang memiliki enzim yang mampu memotong-motong polimer
pada plastik. Penguraian plastik di alam terjadi melalui radiasi sinar
Matahari, panas, kelembaban, dan tekanan di dalam bumi yang berlangsung sangat
lama. Nah, dari penjelasan tersebut terasa menyeramkan bukan? Maka dari itu
mulai dari kita sebaiknya jangan sering-sering menggunakan produk yang
kemasannya menghasilkan sampah yang sulit didaur ulang. Tetapi sepertinya sulit
ya? Karena jujur saja, masih banyak produk Indonesia yang tidak ramah
lingkungan. Jadi, kita harus gimana dong?? Jawabannya adalah marilah kita menerapkan produk yang eco-design. Mulailah unutuk membantu
pemerintah dengan merancang produk yang ramah lingkungan dan lalu disebar
luaskan.
Jika anda telusuri, banyak sekali produk
yang menerapkan eco-design, apalagi
produk dari luar. Maka dari itu, saya tidak akan menyebutkan satu per satu
produk yang menerapkan eco-design. Di artikel ini, saya ingin memberitahu sebuah
produk plastik saja yang menurut saya benar-benar harus diterapkan di seluruh
daerah Indonesia untuk menyelamatkan minimal negara kita ini. Mengapa plastik?
Karena Indonesia adalah negara penghasil sampah plastik kedua seperti pada
gambar di bawah ini. Maka dari itu plastik yang digunakan harus didesain ramah
lingkungan.
Produk yang saya maksud, yaitu plastik ecoplas. Plastik ecoplas merupakan
plastik ramah lingkungan yang terbuat dari tepung singkong. Plastik ecoplas diproduksi
oleh PT Tirta Marta. Pembuatan dengan bahan baku alami ini sudah berlangsung di
Amerika Serikat maupun Eropa. Hanya pembuatan plastik di negara-negara itu
menggunakan tanaman jagung. Sementara, produk kantong plastik ecoplas dibuat
dari singkong dengan alasan karena negara tropis seperti Indonesia lebih banyak
memproduksi singkong daripada jagung.
Ecoplas adalah
kantong ramah lingkungan yang merupakan inovasi baru dengan rancangan yang
menarik dan harga terjangkau yang dibuat dengan menggunakan bahan resin BE+.
Tas jenis ini diproduksi dengan penghematan bahan bakar/energi.
BE+ atau Biodegradable Resin adalah
resin baru yang dikembangkan dan diciptakan di Indonesia oleh putra Indonesia
yang mengandung 50 persen tepung singkong Indonesia beserta sumber-sumber alami
lain yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. Resin BE+ sudah dipatenkan
dan diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif selain resin-resin lain yang
sudah dikenal masyarakat. Reseach Management Coordinator DML Eko Junaedi
kepada Percik mengatakan, tas plastik pada umumnya memerlukan waktu 1000 tahun
untuk terurai, sementara Ecoplas haya memerlukan waktu 10 pekan untuk terurai
dalam tanah tropik. Hal ini berdasarkan laporan tes yang dilakukan Sucofindo/SGS.
Saat ini, PT Tirta Marta telah memproduksi
platik ecoplas 10.000 per tahunnya. Plastik ecoplas kini dipasarkan ke Amerika
Serikat, Vietnam, Kolombia, dan China. Sampai saatini, PT Tirta Marta tidak
mengalami kesulitan dalam mendapatkan singkong karena singkong merupakan
tanaman yang tidak perlu biji dan hanya dengan menancapkan batangnya saja
singkong dapat tumbuh, sehingga mudah untuk menanamnya.
Dari produk tersebut saya
berikan perbaikan-perbaikan terkait desain yang lebih ramah lingkungan yang
dipaparkan di bawah ini.
1. Supaya
plastik tersebut lebih ramah lingkungan, sebaiknya tulisan yang ada pada
plastik lebih dipersingkat, atau bagusnya cuma tulisan ecoplas dan sedikit
keterangkan terkait plastik ramah lingkungan.
2. Sebaiknya pegangan dari plastik ecoplas diperpanjang
dan perlebar, supaya masyarakat yang membeli plastik tersebut dapat digunakan
saat dalam berpergian. Karena dengan ketebalan plastik yang pas, jika desainnya
diubah seperti tas tenteng untuk berpergian yang biasa digunakan dalam kalangan remaja maupun
ibu-ibu, akan terasa nyaman apabila digunakan kembali untuk pengganti tas
mahal. Tetapi sebelumnya, lebih baik jika plastik ecoplas ini diiklankan besar-besaran
atau jika perlu dibantu oleh pemerintah. Hal itu dilakukan supaya masyarakat
yang menggunakan plastik itu berulang-ulang kali dalam berpergian tdak malu,
dan justru bangga karena telah menerapkan penggunaan produk eco-design.
Dari 2
perbaikan desain yang dipaparkan di atas, dapat saya gambarkan kira-kira
gambarnya seperti di bawah ini.
Sumber :
2)http://swa.co.id/swa/profile/profile-entrepreneur/baru-2-tahun-penjualan-plastik-ecoplas-menjanjikan
Tugas ini diberikan
untuk memenuhi Mata Kuliah Ekologi Industri
yang diampu oleh Abdul
Malik Firdaus,S.kel.,M.I.L
Fakultas Rekayasa
Industri
Universitas Telkom
2016/2017


