Jumat, 02 Desember 2016

Eco-Design (Plastik Ecoplas)



Nama                                   : Ghina Mayliana
Fakultas                               : Rekayasa Industri
Mata Kuliah                        : Ekologi Industri
Dosen Pembimbing            : Abdul Malik Firdaus, S.Kel.,M.I.L


     Saya Ghina Mayliana dari jurusan Teknik Industri di Telkom University ingin berbagi info nih. Info yang saya ingin berikan terkait eco-design. Tetapi sebelumnya kita akan bahas apa sih eco-design itu? Eco-design adalah pendekatan desain produk suatu benda dengan memperhatikan dampak menyeluruh terhadap lingkungan selama daur hidup benda tersebut, sehingga penggunaanya bisa berkelanjutan atau pengertian singkatnya eco-desgin adalah desain berkelanjutan. Dari pengertiannya saja, telah jelas bahwa eco-design digunakan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan. Di luar negri telah banyak perusahaan atau pabrik yang menerapkan eco-design pada produknya. Sedangkan di Indonesia begitu minim. Contohnya saja pembuatan sampo atau sabun mandi yang masih banyak dijual secara sachet. Padahal semakin banyak jumlah sachet yang diproduksi lalu dipasarkan, maka akan semakin banyak sampah yang ditimbulkan. Begitu juga sampah plastik lainnya yang tidak didesain ramah lingkungan atau yang tidak dapat digunakan secara terus-menerus dan atau tidak dapat didaur ulang. Akibatnya, sampah yang ditimbulkan akan semakin banyak. Nah, kira-kira Sampah yang banyak ditimbulkan tersebut lalu diapain sih?? Pasti banyak yang jawab sampah plastik tersebut didaur ulang. Tetapi menurut saya, nyatanya tiap orang menggunakan plastik setiap harinya, dan kalaupun ada yang sehari sama sekali tidak menggunakan plastik pasti jumlahnya sangat minim. Sedangkan tidak semua orang melakukan daur ulang. Jadi, sudah dapat dipastikan di Indonesia ini terdapat begitu banyak sampah plastik. Secara teori, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 1000 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna di dalam tanah. Pelastik sulit terurai. Hal ini terjadi karena hampir tidak ada bakteri yang memiliki enzim yang mampu memotong-motong polimer pada plastik. Penguraian plastik di alam terjadi melalui radiasi sinar Matahari, panas, kelembaban, dan tekanan di dalam bumi yang berlangsung sangat lama. Nah, dari penjelasan tersebut terasa menyeramkan bukan? Maka dari itu mulai dari kita sebaiknya jangan sering-sering menggunakan produk yang kemasannya menghasilkan sampah yang sulit didaur ulang. Tetapi sepertinya sulit ya? Karena jujur saja, masih banyak produk Indonesia yang tidak ramah lingkungan. Jadi, kita harus gimana dong?? Jawabannya adalah marilah kita menerapkan produk yang eco-design. Mulailah unutuk membantu pemerintah dengan merancang produk yang ramah lingkungan dan lalu disebar luaskan.

     Jika anda telusuri, banyak sekali produk yang menerapkan eco-design, apalagi produk dari luar. Maka dari itu, saya tidak akan menyebutkan satu per satu produk yang menerapkan eco-design. Di artikel ini, saya ingin memberitahu sebuah produk plastik saja yang menurut saya benar-benar harus diterapkan di seluruh daerah Indonesia untuk menyelamatkan minimal negara kita ini. Mengapa plastik? Karena Indonesia adalah negara penghasil sampah plastik kedua seperti pada gambar di bawah ini. Maka dari itu plastik yang digunakan harus didesain ramah lingkungan.

     Produk yang saya maksud, yaitu plastik ecoplas. Plastik ecoplas merupakan plastik ramah lingkungan yang terbuat dari tepung singkong. Plastik ecoplas diproduksi oleh PT Tirta Marta. Pembuatan dengan bahan baku alami ini sudah berlangsung di Amerika Serikat maupun Eropa. Hanya pembuatan plastik di negara-negara itu menggunakan tanaman jagung. Sementara, produk kantong plastik ecoplas dibuat dari singkong dengan alasan karena negara tropis seperti Indonesia lebih banyak memproduksi singkong daripada jagung.

     



     Ecoplas adalah kantong ramah lingkungan yang merupakan inovasi baru dengan rancangan yang menarik dan harga terjangkau yang dibuat dengan menggunakan bahan resin BE+. Tas jenis ini diproduksi dengan penghematan bahan bakar/energi.

     BE+ atau Biodegradable Resin adalah resin baru yang dikembangkan dan diciptakan di Indonesia oleh putra Indonesia yang mengandung 50 persen tepung singkong Indonesia beserta sumber-sumber alami lain yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. Resin BE+ sudah dipatenkan dan diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif selain resin-resin lain yang sudah dikenal masyarakat. Reseach Management Coordinator DML Eko Junaedi kepada Percik mengatakan, tas plastik pada umumnya memerlukan waktu 1000 tahun untuk terurai, sementara Ecoplas haya memerlukan waktu 10 pekan untuk terurai dalam tanah tropik. Hal ini berdasarkan laporan tes yang dilakukan Sucofindo/SGS.

     Saat ini, PT Tirta Marta telah memproduksi platik ecoplas 10.000 per tahunnya. Plastik ecoplas kini dipasarkan ke Amerika Serikat, Vietnam, Kolombia, dan China. Sampai saatini, PT Tirta Marta tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan singkong karena singkong merupakan tanaman yang tidak perlu biji dan hanya dengan menancapkan batangnya saja singkong dapat tumbuh, sehingga mudah untuk menanamnya.
Dari produk tersebut saya berikan perbaikan-perbaikan terkait desain yang lebih ramah lingkungan yang dipaparkan di bawah ini.

1.    Supaya plastik tersebut lebih ramah lingkungan, sebaiknya tulisan yang ada pada plastik lebih dipersingkat, atau bagusnya cuma tulisan ecoplas dan sedikit keterangkan terkait plastik ramah lingkungan.

2.    Sebaiknya pegangan dari plastik ecoplas diperpanjang dan perlebar, supaya masyarakat yang membeli plastik tersebut dapat digunakan saat dalam berpergian. Karena dengan ketebalan plastik yang pas, jika desainnya diubah seperti tas tenteng untuk berpergian yang biasa digunakan dalam kalangan remaja maupun ibu-ibu, akan terasa nyaman apabila digunakan kembali untuk pengganti tas mahal. Tetapi sebelumnya, lebih baik jika plastik ecoplas ini diiklankan besar-besaran atau jika perlu dibantu oleh pemerintah. Hal itu dilakukan supaya masyarakat yang menggunakan plastik itu berulang-ulang kali dalam berpergian tdak malu, dan justru bangga karena telah menerapkan penggunaan produk eco-design.

Dari 2 perbaikan desain yang dipaparkan di atas, dapat saya gambarkan kira-kira gambarnya seperti di bawah ini.

                                           

                                               


Sumber :



Tugas ini diberikan untuk memenuhi Mata Kuliah Ekologi Industri
yang diampu oleh Abdul Malik Firdaus,S.kel.,M.I.L
Fakultas Rekayasa Industri
Universitas Telkom
2016/2017
 
 

     
 

30 komentar:

  1. maaf saudari ghina, apakah bahannya bisa digunakan dengan bahan lain? contoh menggunakan kentang atau hanya bisa dibuat dari singkong? terimakasih:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu bisa seperti yang telah saya jelaskan. Jagung atau kentang bisa menggantikan singkong karena banyak mikroorganisme yang ingin mengurainya.

      Hapus
  2. Assalamu'alaikum saudari Ghina saya disini akan bertanya, mengapa Anda bisa menyebutkan bahwa ini dapat menghemat bahan bakar/energi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam. Dapat menghemat bahan bakar jika dibandingkan dengan pembuatan plastik yang tidak ramah lingkungan

      Hapus
  3. Bagaimana cara menerapkan agar warga Indonesia mau beralih ke plastic ecoplast ini?terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas pertanyaannya. Masyarakat Indonesia telah banyak menggunakan plastik tersebut, contohnya di Bandung. Dan untuk meningkatkan keinginan pembeli dalam memeli plastik tersebut, PT Tirta Marta dapat mengurangi harga palstik ecoplas seiring berjalannya waktu.

      Hapus
  4. Maaf saudari Ghina, saya masih kurang paham mengenai hubungan dari tulisan yang dipersingkat pada plastik dengan keramahan lingkungan. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaannya. Maksudnya untuk mengurangi tinta yang terpakai. Dan dengan dipersingkatnya tulisan lebih menarik masyarakt untuk menggunakan plastik ramah lingkungan ini.

      Hapus
  5. Bagaimana cara anda menyarankan para masyarakat untuk beralih ke produk ini? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan iklan yang didalamnya terdapat penjelasan akan bahaya plasti yang tidak amah lingkungan, dan juga dengan penguranga harga yang dapat membuat masyarakat semakin ingin membeli produk tersebut.

      Hapus
  6. apakah plastik ecoplast ini sudah beredar dan digunakan masyarakat indonesia?
    apakah biaya untuk membuat plastik ini tergolong mahal atau tidak?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, plasti ecoplas ini telah beredar di beberapa derah, contohnya Bandung. Biaya plastik ecoplas 50% lebih mahal tetapi seiring berjalannya waktu, PT Tirta Marta dapat mengurangi harga plastik ecoplas ini.

      Hapus
  7. kenapa anda mengeluarkan produk ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf saudara Dimas, saya tidak mengeluarkan produk ini. Saya hanya membahasa atau menjelaskan dan memberi saran. Dan apabila anda bertanya "kenapa PT Tirta Marta mengeluarkan produk ini?" , tentu jawabannya jelas, yaitu untuk menyelamatkan bumi terutama Indonesia dari plastik yang tidak ramah lingkungan. Terima kasih.

      Hapus
  8. terima kasih informasinya
    namun apakah anda berpikir untuk plastik tersebut menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan?sekiranya apa ya?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Menurut saya itu sudah ramah lingkungan, karena hanya kurang lebih 10 minggu untuk terurai sempurna. Dan apbila diganti dengan singkong ataupun jagung atau yang lainnya akan sama saja.

      Hapus
  9. maaf saudari ghina saya ingin bertanya. apakah ecoplastik ini tidak menambah jumlah sampah plastik di indonesia???, sedangkan di indonesia sekarang sudah dilarang untuk menggunakan plastik berlebihan.Dan pastinya eco plastik lebih banyak di minati di indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaannya saudara Desyam. Seperti yang telah saya jelaskan, plastik ecoplas ini ramah lingkungan yang akan menggantikan plastik yang tidak ramah lingkungan untuk menyelamatkan bumi terutama Indonesia. Dan apabila plastik ecoplas ini menambah jumlah sampah plastik di Indonesia, justru menurut saya malah mengurangi. Karena meskipun masyarakat telah dilarang menggunakan plastik, tetapi tetap saja kebutuhan akan plastik tidak bisa dihilangkan, maka dari itu plastik yang tidak ramah lingkungan yang telah habis dipakai akan terurai sempurna hingga sampai 1000 tahun digantikan dengan plastik ecoplas yang terurai sempurna hanya butuh waktu 10 minggu untuk mengurangi sampah plastik.

      Hapus
  10. seberapa lama produk tersebut bertahan? dan apakah produk tersebut sekuat plastik pada umumnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Produk tersebut asal tidak dikubur dalam tanah ya akan bertahan. Plastike ecoplas lebih kuat dan tebal.

      Hapus
  11. Apa konsumen yang dituju dalam pembuatan produk ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Telah saya jelaskan bahwa plastik ecoplas ini telah memasarkan kepada masyarakat dalam negri dan luar negri.

      Hapus
  12. apakah produk ini dapat dibuat versi besarnya seperti kantung keresek yang ada di supermarket ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu bisa, bahkan memang plastik ecoplas ini banyak ukurannya seperti plastik pada umumnya. Hanya saja pada sara saya menambahkan perubahan pada pegangannya. terima kasih.

      Hapus
  13. selamat siang sadari ghina, apakah bahan plastic yang digunakan ada spesifikasinya atau semua plastic dapat digunakan? jika semua plastikdapat digunakan bagaimana dengan plastic yang berwarna dan jika diolah apakah tidak menimbulkan limbah? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang saudari Whendy. Maaf saya tidak mengerti maksud pertanyaan anda, karena telah dijelaskan bahwa plastik ecoplas ini beda dengan plastik pada umumnya. Plastik ecoplas justru mengurangi limbah plastik. Plastik ecoplas yang bermacam-macam ukurannya akan bisa digunakan untuk membawa barang-barang dari ukuran kevil hingga besar(yang memungkinkan). terima kasih.

      Hapus
  14. bagaimana jika produk ini tidak layak untuk digunakan lagi ? apakah ada solusi Anda untuk daur ulang kembali ?

    BalasHapus
  15. Seperti plastik yang ramah lingkungan, plastik ecoplas ini bisa didaur ulang kmbali menjadi suatu produk yang baru. Tetapi, apabila tidak didaur ulang juga tetap akan mengurangi limbah plastik.

    BalasHapus
  16. Produk ini sudah banyak digunakan masyarakat, tetapi prinsip ecodesign belum banyak dimuat sehingga cari informasi dan berita tambahan dari sumber lain untuk membuat produk ini lebih inovatif dan ramah lingkungan. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Pak Malik atas komentarnya. Mungkin inovasinya bisa diubah dari bahan pembuatan produk. Bahan pembuatan produk, yaitu singkong bisa diganti menjadi biji durian seperti yang telah diteliti mahasiswa-mahasiswi UGM dapat terurai lebih baik dari singkong karena memiliki kandungan pati (tepung halus) yang cukup tingg dan kadarnya hampir 50% dari beratnya, sedangkan dari singkong sekitar 20% saja. Dari 50 gram dapat menghasilkan lembaran bioplastik sebanyak 3-4 lembar ukuran 13X13 cm. Namun, untuk jelasnya berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengurai dengan sempurna masih belum diketahui tepatnya karena masih dalam tahap penelitian.
      Sumber :
      1. http://jogja.tribunnews.com/2016/03/11/mahasiswa-ugm-sulap-biji-durian-jadi-kantong-plastik-ramah-lingkungan
      2. https://www.labsatu.com/news/go-green-dengan-plastik-biji-durian/

      Hapus